Bagaimana Jepang Menginvasi China pada Perang Dunia II
Invasi Jepang ke China merupakan salah satu babak paling tragis dan penting dalam sejarah Perang Dunia II. Perang antara Jepang dan China (dikenal sebagai Perang Sino-Jepang Kedua) dimulai sebelum Perang Dunia II pecah di Eropa dan menjadi bagian integral dari konflik global tersebut.
Berikut penjelasan kronologi dan latar belakangnya secara ringkas namun lengkap.
Latar Belakang Invasi Jepang ke China
Pada awal abad ke-20, Jepang sedang mengalami ekspansi militer yang agresif. Mereka ingin menguasai wilayah Asia Timur untuk mendapatkan sumber daya alam (terutama minyak, besi, dan batubara) serta menciptakan “Greater East Asia Co-Prosperity Sphere”.
Kronologi Invasi Jepang ke China
- 1931 – Insiden Mukden (Invasi Manchuria)
Pada 18 September 1931, tentara Jepang meledakkan kereta api milik mereka sendiri di dekat Mukden (sekarang Shenyang) dan menuduh China sebagai pelakunya. Ini menjadi alasan untuk menginvasi Manchuria.
Hanya dalam beberapa bulan, Jepang berhasil menguasai seluruh Manchuria dan mendirikan negara boneka bernama Manchukuo (dengan Puyi sebagai Kaisar boneka).
- 1937 – Insiden Jembatan Marco Polo (Awal Perang Skala Penuh)
Pada 7 Juli 1937, terjadi bentrokan antara tentara Jepang dan China di dekat Jembatan Marco Polo, Beijing. Jepang menggunakan insiden ini sebagai alasan untuk melancarkan invasi besar-besaran ke China.
Ini menandai dimulainya Perang Sino-Jepang Kedua yang berlangsung hingga 1945.
- Penaklukan Besar-besaran (1937–1938)
- Jepang dengan cepat merebut Beijing, Shanghai, dan Nanjing.
- Pembantaian Nanjing (Nanjing Massacre) Desember 1937 – Januari 1938 menjadi salah satu kekejaman terbesar dalam sejarah. Ratusan ribu warga sipil dan tawanan perang dibunuh, diperkosa, dan disiksa.
- Perang Berlarut-larut (1938–1945)
Jepang menguasai wilayah pesisir dan kota-kota besar, tetapi China di bawah Chiang Kai-shek terus melawan dengan perang gerilya.
Pada 1941, setelah Jepang menyerang Pearl Harbor, perang ini resmi menjadi bagian dari Perang Dunia II. China bergabung dengan Sekutu (AS, Inggris, dll).
Dampak Perang
- Korban jiwa China diperkirakan mencapai 20–25 juta orang (termasuk kelaparan dan penyakit).
- Ekonomi China hancur.
- Kebencian mendalam terhadap Jepang masih terasa hingga sekarang di masyarakat China.
Perang ini baru berakhir pada 15 Agustus 1945 ketika Jepang menyerah kepada Sekutu setelah bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Mengapa Penting Memahami Sejarah Ini?
Memahami sejarah hubungan China-Jepang membantu kita memahami dinamika Asia Timur saat ini, termasuk ketegangan di Laut China Timur dan isu sensitif lainnya. Bagi yang belajar Mandarin, pengetahuan sejarah ini juga sangat berguna karena banyak materi pelajaran, film, dan diskusi di China masih berkaitan dengan periode ini.
Mengapa Belajar dengan Panda Mandarin Education?
Untuk menguasai bahasa Mandarin dan budaya Tionghoa, bimbingan ahli sangat penting. Panda Mandarin Education menawarkan les online dan offline di Jakarta, tersedia juga pengajar native speaker dan dukungan untuk mendapatkan beasiswa ke 100+ universitas top Tiongkok!
Kami menawarkan:
- Kursus Mandarin untuk Kids (3-6 Tahun) dan Primary (7-11 Tahun)
- Kursus dan Sertifikasi Bahasa Mandarin HSK 1-6 + Mandarin Traditional
- Kursus Kelas Mandarin Conversation & Business
- Study Tour China Taiwan (Usia 13-30 Tahun) : Tahun 2026, Summercamp Pandaedc akan visit ke Xi’an + Chengdu! (15 Days Trip, 20 June – 4 Juli 2026). Book sekarang hanya dengan 10 juta rupiah!
- Beasiswa Kuliah up to 100% + Uang Saku
- Sekolah Bahasa China (Simplified + Traditional) Paket 1 Tahun Fasih Berbahasa Mandarin
Kami juga membantu:
- Pengurusan berkas
- Konsultasi jurusan
- Pengajuan visa pelajar
- GRATIS Jasa Pendaftaran Sertifikasi HSK / TOCFL
Dengan pengalaman mendampingi pelajar internasional, kami menjamin bimbingan terbaik untuk kesuksesan Anda.
📞 Hubungi Mia via WhatsApp di 0897 8273 311 untuk info lebih lanjut.
Selamat mempersiapkan kuliah di China bersama Panda Mandarin Education! 🐼✨